Seperti biasanya, sebelum para santri pulang ke
rumah masing-masing untuk liburan pesantren, mereka ijtima' (berkumpul)
di aula untuk berpamitan kepada Kiai. Jam dinding menunjukkan pukul 04.30 pagi.
Kiai belum datang. Biasanya diisi pembacaan qosidah oleh santri-santri. Ketika
itu, tiba-tiba saya berinisiatif untuk membaca surat Yasin terpimpin. Lho
kenapa Yasin?