Kamis, 31 Mei 2012

Pelajaran dari Pimpin Baca Yasiin

Seperti biasanya, sebelum para santri pulang ke rumah masing-masing untuk liburan pesantren, mereka ijtima' (berkumpul) di aula untuk berpamitan kepada Kiai. Jam dinding menunjukkan pukul 04.30 pagi. Kiai belum datang. Biasanya diisi pembacaan qosidah oleh santri-santri. Ketika itu, tiba-tiba saya berinisiatif untuk membaca surat Yasin terpimpin. Lho kenapa Yasin?
Ya, sebab beberapa hari belakangan ini, Kiai meyuruh para santri membaca Yasin yang diniatkan untuk kesembuhan puteri beliau, ning Kholidah.

Bismillahirrohmaanirrohiim. Yaasiin....

Setelah mencapai kira-kira 25 ayat, kiai datang dengan didampingi Ahmad Faqih (santri yang berkidmat menjadi ajudan kiai pada tiap pengajian beliau di pesantren). Pembacaan Yasin berlangsung sampai selesai. Kemudian dilanjutkan doa Yasin. Setelah itu, doa khusus oleh Kiai yang ditujukan untuk kesembuhan puteri beliau, Ning Kholidah yang sedang sakit. Setelah selesai doa, Kiai tiba-tiba bertanya kepada saya, "Saya mau tanya kepada yang mimpin, apa tadi waktu diam, tetap membaca atau tidak?. "Sebagian ya sebagian tidak (baca)" jawabku. Lalu kiai mengomentari cara saya memimpin pembacaan Yasin. Beliau berkata :

"Kalau membaca Yasin jangan sampai putus bacannya, begitu juga ketika memimpin baca, walaupun ketika yang mimpin diam, para makmumnya tetap baca. Kalau terpaksa diam (tidak baca), mulailah dengan bismillah lagi". Ujar kiai.

Syukur alhamdulillah, pagi itu saya mendapatkan satu pelajaran berharga tentang bagaimana adab (etika) membaca Alquran, terutama surat Yasin. Sebab dalam surat Yasin keterkaitan makna ayat demi ayat sangat berpengaruh. Apalagi surat Yasin adalah salah satu surat dalam Alquran yang mempunyai fadilah besar. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW : Sesungguhnya setiap sesuatu itu memiliki hati (inti) dan 'hati' nya al Qur'an adalah Surat Yasin, barangsiapa membaca Yasin maka Allah mencatat untuknya (pahala) membaca al Qur'an (seluruhnya) 10 kali. (HR. al Turmudzy dari Anas ra)
Load disqus comments

0 komentar