Sabtu, 15 September 2012

Rizki Allah Tidak Salah Alamat!


Sesuai agenda yang disepakati oleh pengurus pondok, bahwa tanggal 6-7 Juli 2012 adalah rapat kerja (raker) tahunan pengurus dan asatidz. Berarti masa saya berlibur di rumah sudah habis. Saya harus kembali ke Malang paling lambat nanti malam (malam Jum'at). Dikarenakan saya adalah penanggung jawab acara, mau tidak mau saya harus hadir. Jika tidak, dipastikan semua akan menghujat saya habis-habisan. Sebab dulu waktu rapat, sayalah yang getol untuk diadakannya raker ini.


Jam 09.00 saya ditelepon oleh famili saya. Namanya Kadir. Dia mengabarkan kalau saya mendapatkan panggilan tes interview di SMKN 1 Sumenep.

"Kamu kapan pulang? Tanya Om Kadir.
"Rencananya nanti malam Om". Jawabku.
"Jangan dulu. Ditunda aja ya...ini saya dihubungi bagian kurikulum SMKN 1 kalau kamu dipanggil untuk tes interview. Rencananya besok (Jum'at). Ini suratnya saya bawa". Jelasnya.
"Waduh gimana Om ya...soalnya saya besok ada raker di pondok, nggak bisa ditinggal.
". Ucapku berargumen.
"Wes pokoknya kamu datang aja, soal kamu mundur tidaknya, kamu jelaskan waktu tes". Ucapnya. "Iya Om saya pikir-pikir dulu". Jawabku seraya mengakhiri pembicaraan.

Kepala saya langsung pusing tak karuan. Antara menunda pulang yang berujung berantakannya agenda saya, atau pulang tapi mengabaikan panggilan ini. Panggilan tes ini sebenarnya tidak tiba-tiba. Melainkan karena lamaran kerja yang saya ajukan lima bulan lalu. Ya...tepatnya bulan Februari, saya mendapatkan info bahwa SMKN 1 Sumenep membutuhkan guru komputer untuk jurusan baru, Teknik Informatika. Kebetulan waktu itu saya diminta keluarga untuk mengajukan lamaran. Sebab mereka menginginkan saya kembali ke Madura. Setelah saya ajukan, lama tidak ada kabar sampai akhir tahun ajaran. Saya mengira tidak diterima. Jadinya, saya tetap fokus ke tugas-tugas saya di sekolah (Aliyah Singosari) dan di pondok (PIQ Singosari).

Kenapa saya tidak langsung menerima tawaran ini, padahal dulu saya yang mengajukan lamaran?. Ada dua faktor yang membuat saya tidak langsung menerima. Pertama, setahun ke depan saya masih punya "tanggungan" di Malang yang tidak bisa ditinggalkan (maaf pakai bahasa kiasan..he). Kedua, karena begitu mendadaknya, sehingga harus mengorbankan tugas-tugas saya yang sudah tersceadule di Malang.

Setelah itu, saya segera mengutarakan ke orang tua. Saya ingin mendengar saran dari mereka berdua. Ternyata, orang tua saya menyerahkan keputusannya kepada saya. Menurut mereka, sayalah yang akan menjalaninya, jadi terserah saya.

Malam hari saya menemui om Kadir, untuk mendengar langsung bagaimana berita sesungguhnya. Dan juga ingin sharing apa yang saya lakukan. Ternyata, om Kadir juga menyerahkan keputusan kepada saya. Akhirnya saya memutuskan untuk menunda kepulangan saya. Saya akan memenuhi panggilan interview, sekalipun untuk mengutarakan pengunduran diri saya. Malam itu juga saya hubungi panitia Raker Ma'had untuk izin terlambat datang.
Keesokan harinya, sekitar jam 07.30 saya berangkat ke SMKN 1 Sumenep dengan diantar keponakan saya, Wafi namanya. Sebab saya tidak tahu lokasinya. Sesampai di sana, saya disambut Waka Kurikulum, sebab bapak kepala sekolahnya tidak masuk. Setelah basa-basi, saya langsung utarakan pengunduran diri saya dari interview. Dengan diawalai permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Alhamdulillah pihak sekolah memaklumi. Bahkan beliau bilang semoga ada kesempatan di tahun depan bisa bergabung dengan SMKN 1. Setelah itu, sayapun langsung pamit pulang menuju ke Malang.

Baru dapat limabelas menitan di dalam bis, ada sms masuk dari pak Faizul Fuad, teman guru di Aliyah.

"PAK, SAMPYAN BISA TA BANTU NGAJAR DI LAB YAYASAN?"

Waw! Ternyata rizki kalau sudah ditentukan nggak bakal kemana dan tidak akan salah alamat. SMKN 1 Sumenep saya tolak, eh datang tawaran dari Yayasan Almaarif. Alhamdulillah. Tapi saya waktu itu belum mengiyakan. Saya cuma bilang nanti dibicarakan di sekolah. Sebab saya harus konsultasi untuk mendapatkan izin dari bapak kepala Aliyah, pak Mundzir. Dan kebetulan besok harinya (Sabtu) ada rapat awal tahun.

"PAK, BESOK AJA QT BICARAKAN". Begitulah sms balasan dari saya ke pak Faiz. Alhamdulillah....
Load disqus comments

0 komentar