Semaksimal apapun rencana dan planing
kita, jika Allah tidak berkehendak, tidak akan terjadi. Demikianlah pelajaran
yang bisa saya ambil dari apa yang saya alami ketika menghadiri Haul Akbar
Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaff Gresik.
Berawal dari rencana sambang ust
Marbaith yang sakit. Rencananya rombongan menggunakan mobil salah satu ustadz
juga. Rumah ust Marbaith di Lamongan. Searah dengan Gresik. Kebetulan juga
rencananya hari Jumat bersamaan dengan acara haul Gresik pada hari Sabtu
(3/11/2012). Saya berencana ikut. Pulangnya turun di Gresik untuk mengikuti
acara malam harinya, pembacaan mauled Ad Diba’i. H-1 (baca : Kamis), tiba-tiba shohibussayyaroh
(pemilik mobil), ust Yasin merubah agendanya. Zaujah guru-guru Perumahan ingin
ikut, sekalian sambang bayi. Ya, ust yang kecelakaan ini baru 1 bulan
sebelumnya dikaruniai seorang puteri cantik. Dan saya korbannya!. Saya tidak
masuk hitungan, sebab jumlah rombongan tiga keluarga beserta anak-anaknya.
Emm..teringat kisah nabi Yunus tatkala menaiki perahu. Dimana waktu itu muatan
perahu overload, sehingga perlu satu orang untuk dibuang demi
menyelamatkan yang lainnya dari tenggelam. Diadakanlah undian. Dan nabi Yunus
korbannya. Ini kegagalan pertama.
Berhubung tidak jadi ikut
rombongan, saya memutuskan berangkat sendiri naik bis. Saya berencana berangkat
jam dua siang. Kenapa? Sebab hari itu saya masih masuk sekolah sampai jam satu.
Inginnya pulang ke rumah terus langsung berangkat. Ternyata badan capek dan
ngantuk. Istirahat sejenak, eh bablas sampai jam tiga. Kegagalan kedua.
Saya akhirnya berangkat setelah
shalat Asar. Padahal saya sudah telepon teman di Gresik untuk dijemput sekitar
jam lima. Nggak mungkinlah nyampek. Soalnya perjalanan normal saja butuh dua
jaman lebih. Apalagi jam sekian, waktu pulangnya karyawan. Pasti lebih dari dua
jam. Dugaan saya tepat. Ke Surabaya saja butuh dua jam. Di Porong macet, lalu
di pertigaan Medaeng macet..cet. Walhasil sampai di Bungurasih jam 5 sore.
Setelah di terminal Bungurasih,
saya hubungi teman saya menanyakan bis ke Gresik. Menurut dia, saya disuruh
naik bis jurusan Semarang, nanti turun di bundaran Tol Gresik. Ternyata bis
jurusan Semarang tidak ada. Banyak penumpang tercecer di koridor jurusan
Semarang-Solo. Di tengah-tengah kepanikan dan keterputus asaan saya dan
penumpang lainnya, ada seseorang yang berteriak-teriak menyuruh kita (baca :
penumpang) untuk menunggu di tempat parkir bis. Sehingga tanpa hitungan detik,
seluruh penumpang berhamburan menuju parker bis. Eh, ternyata bis juga tidak
ada. Saya beranikan Tanya ke salah satu petugas terminal, katanya bis terlambat
sebab macet di jalan dikarenakan ada demo buruh. Maklum, waktu itu memang lagi onfire
demo buruh yang menuntut kenaikan UMR. Wah kalau begini, bisa-bisa sampai di
Gresik larut malam. Sayapun putar otak. Teringat langsung ke Cak Agus Oncom,
teman pondok yang asli Gresik. Segera saya telepon, saya tanyakan cara sampai
ke Gresik. Dia bilang tidak ada bis ke Gresik. Harus oper di terminal Wilangun
dengan naik bis kota, lalu naik angkot. Ini kegagalan ketiga.
Akhirnya dengan kesabaran tingkat
tinggi saya sampai juga di kota Gresik jam delapan malam. Acara pembacaan maulid Ad Diba'i akan
dimulai jam sembilan malam. Ada waktu cuma satu jam untuk istirahat. Tanpa
ba..bi…bu, saya langsung mandi untuk menyegarkan badan, terus shalat.
Acara pembacaan maulid selesai
jam 23.00, inginnya langsung berrgegas pulang, tapi gagal sebab angkutan ke
terminal Wilangun atau bis ke Surabaya tidak ada. Akhirnya saya putuskan pulang
besok Subuh. Kegagalan keempat.
Saya harus bangun jam 3 Subuh.
Minta antar Roney ke terminal Wilangun. Katanya ada bis langsung Malang jam 4
Subuh. Setelah sampai di terminal, suasanya masih sunyi. Tidak ada aktifitas
penumpang, cuma petugas jaga loket informasi. Saya beranikan diri untuk
bertanya, "Pak bis jurusan Malang jam berapa?" tanyaku.
"Nanti Mas jam 6.30"
jawab petugas.
"Ada yang jurusan Surabaya
nanti jam 5 pagi" tambahnya. Kegagalan kelima.
Pada akhirnya saya dengan
terpaksa naik bis jurusan Surabaya, kemudian oper bis di Bungurasih jurusan
Malang. Alhamdulillah selama perjalanan lancar tidak macet. Saya sampai di
Singosari jam 07.30.
0 komentar