Baru sekarang ini saya diberi kesempatan Allah dapat mengikuti majlis
ta'lim yang diasuh oleh Habib Muhammad Al Haddad, di Embong Arab Malang.
Sebenarnya mulai dulu saya berkeinginan ikut pengajian ini. Apalagi materi yang
diajarkan beliaunya bagus, Ihya' Ulumuddin. Keinginan mengaji kepada beliau
bermula dari cerita ustadz Abdul Qodir, yang sudah lama ikut. Katanya, habib
kalau mengajar tidak banyak keterangan. Memang sistemnya khataman.
Tapi sering
diselingi syi'ir-syi'ir arab yang berhubungan dengan bahasan yang ada. Memang
beliau dikenal ahli syi’ir.
Habib Muhammad tidak asing bagi saya. Karena beliau sempat tiga tahun
mengajar di pondok saya, PIQ. Kalau saya mengingat kembali, banyak kenangan
dari beliau selama mengajar di PIQ. Kalau boleh jujur, sosok habib sangat unik.
Tidak seperti umumnya. Kadang kita (baca : asatidz) yang bertugas menyambut
beliau dibuat kebingungan. Karena sering kali apa yang telah kita siapkan,
salah dan tidak sesuai dengan yang habib harapkan. Kalau menurut ust Qodir,
memang itulah tariqoh suluk habib. Intinya tidak mau jaga image, tidak mau
menutup-netupi. Jika A ya bilang A. Jika B bilang B.
Saya waktu itu alhamdulillah dapat mengenal habib. Ceritanya. Waktu
itu, habib membawa CD program kitab. Beliau ingin membackup CD itu. Saya
dipanggil. "Ulil, ana minta tolong copykan CD ini ya" ujar habib.
"Iya bib" jawabku. Dari awal itulah nama saya dikenal habib. Dan tiap
kali habib punya keperluan yang berhubungan dengan komputer, pasti yang dipanggil
saya. Bahkan saya pernah diajak ke baitnya untuk memperbaiki komputer beliau.
Setelah beliau tidak lagi mengajar di pondok, saya tidak pernah lagi bertemu
dan mengaji. Karena itu, waktu ust. Qodir cerita bahwa habib punya majlis
ta'lim, saya tertarik untuk ikut mengaji. Namun sayang, waktunya ba'da subuh.
Bertepatan dengan waktu ta’lim saya di ma'had. Asif jiddan!
Alhamdulillah, tahun ini saya cuma diberi jam ngajar subuh pada hari
Sabtu dan Ahad. Jadi, saya bisa ikut mengaji. Waktu pertama kalinya saya mengaji.
Saya terlambat sekitar 30 menit. Maklum barengan saya ust Ihsan yang masih
menikmati pengantin baru. Janjinya jam 05.00, eh datang 05.45. Sampai di sana,
saya mendapati tempat duduk di luar. Karena banyaknya jamaah pengajian. Setelah
pengajian, jamaah bersalaman dengan habib, begitu juga saya. Waktu saya salaman
dengan habib, beliau memandang saya dengan penuh pemahaman. Sepertinya wajah
saya tidak asing lagi bagi beliau. Kemudian berucap “Ente dulu di PIQ ya? Tanya
habib. “Na’am bib” jawabku. “Dulu pernah mengaji ke saya khan” ucapnya. “Saya
jawab “Iya bib...”. “Ente pernah jadi mudir(kepala madrasah) khan?”
tanya habib kembali. “Bukan bib, yang jadi Mudir itu Shofi” Jawab saya
seraya menjelaskan.
Itulah pertemuan pertama saya setelah sekian tahun tidak bertemu dengan
habib. Satu hal yang saya herankan dan kagumi dari beliau, bahwa ingatannya
benar-benar kuat. Padahal 4 tahun lebih saya tidak bertemu. Masyaallah....Mudah-mudah
saya diberi istiqomah untuk mengaji kepada beliau. Amin.
Singosari,
17 Mei 2011
0 komentar